+62 817 999 3455 for quick mobile response contact@noctiscreative.com for inquiry

Beberapa waktu lalu, kami pernah menyinggung sedikit tentang OLED (Organic Light-Emitting Diode), perangkat pemancar cahaya yang unik karena wujudnya yang seperti lembaran kertas/film dan sangat tipis. OLED sekarang ini bahkan dapat memiliki wujud yang jauh lebih tipis daripada sehelai rambut manusia. Berikut ini kami akan membahas lebih lanjut tentang perkembangan OLED saat ini.

oled lampu lembaran fleksibelMengenal lebih dekat, kata Organic pada OLED memiliki arti bahwa bahan yang digunakan adalah bahan kimia organik, yaitu karbon/carbon (bukan berarti menggunakan kulit hewan atau selembar daun, misalnya). Material semikonduktor organik umumnya disusun dalam bentuk panel ataupun lembaran/film, yang kemudian dapat menyala bila dialiri listrik. Pewarnaan juga dapat dicapai melalui penambahan bahan kimia ataupun material tertentu. OLED juga memiliki pancaran cahaya yang berbeda dari alat penerangan lainnya, yaitu merata dan halus (tidak menyilaukan/menyorot dari satu titik). Pencahayaan yang bersahabat dengan mata kita ini dapat memiliki CRI (Color Rendering Index) sampai dengan 80, membuat objek yang disinari terlihat alami.

Keunggulan lainnya dari OLED bila dibandingkan dengan alat penerangan lainnya, ataupun dengan perangkat display seperti LCD, adalah rendahnya panas yang dihasilkan, terbuat dari bahan kimia berbahaya seperti mercury, sebagian besar bahannya dapat didaur-ulang, dan konsumsi energi yang relatif rendah. Karena wujudnya yang bisa sangat tipis (bisa sampai 0.05 mm!) dan beberapa keunggulan lainnya ini lah, OLED pun banyak dimanfaatkan sebagai alat display, seperti pada smartphone dan monitor/TV. Sebagai layar display, teknologi yang digunakan adalah AMOLED atau Active-Matrix OLED, yaitu penambahan sebuah lapisan pengatur titik cahaya/pixel sehingga sebuah lapisan OLED bisa memiliki resolusi pixel dan menampilkan gambar.

layar amoled display lampu oledDi lain sisi, OLED juga masih memiliki berbagai kekurangan, sebagian karena memang OLED merupakan teknologi yang terbilang masih baru. Biaya produksi OLED saat ini masih relatif mahal, walaupun untuk beberapa keperluan sudah dapat diproduksi dengan sangat cepat yaitu dengan printer khusus. Selain mahal, proses produksinya juga sangat sensitif, karena setitik debu saja bisa merusak permukaan lembaran OLED. Lembaran yang sudah jadi pun dapat rusak oleh air dan sinar matahari berlebih. Kekurangan lainnya adalah umur pakai yang masih relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan LED biasa, dan konsistensi serta keseimbangan warna yang cepat menurun kualitasnya seiring pemakaian. Tingkat penerangan yang bisa dicapai saat ini pun belum dapat menyaingi teknologi penerangan/lampu lainnya. Karena alasan yang terakhir ini, perusahaan manufaktur mobil seperti BMW masih mengurungkan niatnya untuk memanfaatkan OLED sebagai lampu mobil buatannya.

OLED masih terus dikembangkan, dan terus mendapat kemajuan yang diharapkan dapat menutupi kekurangannya. Umur pakai dapat terus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi, dan biaya produksi akan semakin murah seiring dengan bertambahnya produsen dan alat/teknologi produksi. Berikutnya, akan kami bahas tentang beberapa perusahaan pengembang OLED dan produk-produknya. Kami di Noctis Creative, memiliki harapan tinggi pada OLED, untuk memanfaatkannya dalam produksi huruf timbul dan signage. Sementara ini, anda dapat melihat beberapa kreasi kami yang memanfaatkan LED masa kini. Tertarik? Hubungi kami untuk mewujudkan signage/huruf timbul kreatif anda!